ASETDIGITAL.org – Di Indonesia setiap tahunya selalu mendatangkan hal yang unik dalam dunia perdagangan. Contohnya seperti yang pernah booming soal harga Anthurium hingga ratusan juta, Lalu Batu Akik yang menjadi fenomena seluruh lapisan masyarakat Indonesia, sampai saat ini yang sedang booming di saat pandemi soal daun Janda Bolong.

Intinya Bisnis Monyet ini dengan berjalanya waktu akan sepi dan merugikan banyak orang. Sehingga hanya menguntungkan orang yang bermain dalam bisnis ini.

Jadi apa sih sebenarnya Monkey business atau Bisnis Monyet?

Bisnis Monyet adalah sebuah perumpamaan dalam strategi berbisnis yang merugikan banyak orang demi keuntungan sendiri. Jadi tidak ada kaitanya dengan jual beli seekor monyet atau hal yang berhubungan dengan monyet.

Ilustrasinya seperti ini:

Suatu hari di sebuah desa, seorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp. 50,000,- per ekor.

Padahal monyet disana sama sekali tak ada harganya karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman buah-buahan.

Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet disekitar desa  pun kemudian mulai masuk hutan dan menangkapinya satu persatu.

Kemudian si Orang Kaya membeli ribuan ekor monyet dengan harga Rp 50,000,- .

Karena penangkapan secara besar-besaran akhirnya monyet-monyet semakin sulit dicari, penduduk desa pun menghentikan usahanya untuk menangkapi monyet-monyet tersebut.

Maka si Orang Kaya pun sekali lagi kembali untuk mengumumkan akan  membeli monyet dengan harga Rp 100,000 per ekor.

Tentu saja hal ini  memberi semangat dan “angin segar” bagi penduduk desa untuk kemudian mulai untuk menangkapi monyet lagi.

Tak berapa lama, jumlah monyet pun semakin sedikit dari hari ke hari dan semakin sulit dicari, kemudian penduduk pun kembali ke aktifitas seperti biasanya, yaitu bertani.

Karena monyet kini telah langka, harga monyet pun meroket naik hingga  Rp 150,000,- / ekornya. Tapi tetap saja monyet sudah sangat sulit  dicari.

Sekali lagi si Orang Kaya mengumumkan kepada penduduk desa bahwa ia  akan membeli monyet dengan harga Rp 500,000,- per ekor!

Setelah itu si Orang kaya menyuruh asistenya untuk membawa monyet-monyet yang sudah dia beli Rp 50,000,-/ekor ke sebuah desa tersebut dan menjualnya dengan harga Rp 350,000,-/ekor.

si Asisten pun berkata pada penduduk desa:

“Lihatlah monyet-monyet yang ada di kurungan besar. Saya akan menjual monyet-monyet itu kepada kalian dengan harga Rp 350,000,- / ekor”

Akhirnya, penduduk desa pun mengumpulkan uang simpanan mereka, menjual aset bahkan kredit ke bank dan membeli semua monyet yang ada di kurungan.

Namun kemudian.  Mereka tak pernah lagi melihat si Orang Kaya maupun si Asisten di desa itu!

Itulah yang dikatakan orang sebagai “Monkey Bussiness”