Select Page

Bogor, Asetdigital.org – Dengan berkembangnya sebuah informasi tentang cryptocurrency. Minat masyarakat untuk berinvestasi terhadap crypto ini ternayata sangat tinggi. Kementrian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) menegaskan agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan perdagangan aset digital seperti Bitcoin. Pastikan perusahaan sudah terdaftar atau Memiliki izin di Bappepti.

Tahun 2021, ada 13 perusahaan yang sudah terdaftar di Bappebti. Mereka adalah :

  1. PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax)
  2. PT Crypto Indonesia Berkat (Tokocrypto)
  3. PT Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex)
  4. PT Indonesia Digital Exchange (Idex)
  5. PT Pintu Kemana Saja (Pintu)
  6. PT Luno Indonesia LTD (Luno)
  7. PT Cipta Koin Digital (Koinku)
  8. PT Tiga Inti Utama (Triv)
  9. PT Upbit Exchange Indonesia (Upbit)
  10. PT Bursa Cripto Prima (Bechipindo)
  11. PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Rekeningku.com)
  12. PT Triniti Investama Berkat (Bitocto)
  13. PT Plutonext Digital Aset (Pluto)

Demi menghindari potensi kerugian para investor. Maka Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 7 tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan menciptakan iklim investasi yang kondusif, dan mencegah penggunaan aset kripto untuk tujuan ilegal, seperti pencucian uang, pendanaan terorisme, serta pengembangan senjata pemusnah massal.

“Penerbitan Peraturan Bappebti terkait aset kripto diharapkan dapat menambah kepercayaan dan integritas serta kepastian para pelaku usaha PBK dalam melakukan transaksi, khususnya aset kripto,” ujar Sidharta Utama (Kepala Bappebti).