Perdana Menteri Bahama, Philip Davis, mengatakan bahwa pemerintah berencana menjadikan Bahama sebagai pemimpin regional untuk teknologi blockchain.

“Kami memiliki visi untuk mentransformasikan Bahama menjadi pusat aset digital terkemuka di Karibia dan menjadi pemimpin global dalam regulasi progresif bisnis di ruang yang sangat inovatif ini,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah Bahama menyadari peluang luar biasa yang dapat dijangkau aset digital, juga menyadari risiko-risikonya. Maka itu, ia menekankan pentingnya regulasi yang efektif.

“… Kami akan menarik perusahaan terbaik dan menjauhkan aktor jahat. Perusahaan aset digital yang berasosiasi dengan yurisdiksi kami mesti beroperasi secara adil dan dalam kepentingan pelanggan,” tegas Davis.

Pemerintah Bahama akan bekerja sama dengan Komisi Sekuritas Bahama, bank sentral Bahama, dan sektor swasta tentang cara-cara yang memungkinkan warga Bahama mengakses aset digital menggunakan dolar Bahama dan mempromosikan penggunaan Sand Dollar yang lebih luas dalam perdagangan di kepulauan tersebut.

Jelang Konferensi Crypto Bahamas

Buku putih muncul satu minggu sebelum konferensi Crypto Bahamas yang akan berlangsung pada 26-29 April 2022. Mantan Presiden AS, Bill Clinton, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, dan quarterback pemenang Super Bowl Tom Brady akan hadir di perhelatan yang digelar FTX Digital Markets itu.  

Vice-President of Communications & CSR FTX, Valdez Russell, mengatakan konferensi tersebut diperkirakan mendorong ekonomi Bahama senilai 12 juta dolar AS lewat kegiatan-kegiatan konferensi.

Di konferensi Crypto Bahamas itu akan ditampilkan kolaborasi dan jaringan di antara para pemain terkemuka crypto dan industri keuangan tradisional. Program acara akan mencakup Bitcoin, DeFi, NFT, regulasi, web3, game, dan lainnya.